Permainan Asyik

Permainan Asyik: Akronim
Alat : Spidol, kertas
Partisipan : Berkelompok
Waktu : 15 menit
Tujuan : Memberi penekanan bahwa informasi yang terlalu sedikit itu sulit dipahami.
Berikan selembar kertas dan pensil kepada setiap kelompok. Ajaklah mereka menulis sepuluh huruf dari A sampai Z dengan urutan acak, tapi tidak ada huruf yang ditulis dua kali.
Setelah itu, setiap kelompok harus membuat pesan pendek menggunakan semua huruf tadi sebagai awal kata.
Contoh:
A.E.C.B.T.G.H.Y.M.K
“Aku Entah Caranya Bagaimana, Tidak Gagal, Harus Yakin Mampu Kerjakan.”
Setiap kelompok membacakan pesan pendek mereka dengan suara keras. Ajak partisipan lain menilai apakah kalimat tersebut menyampaikan pesan dengan jelas atau tidak.

Pertanyaan Refleksi:
1. Apakah kelompok Anda mengalami kesulitan dalam menyusun kalimat bermakna? Hambatan apa yang terberat?
2. Apakah ada anggota kelompok Anda berperan besar dalam mengerjakan tugas? Jika, “ya”, bagaimana perasaan anggota kelompok lain?
3. Apakah pesan Anda dapat dipahami oleh kelompok lain?
4. Menurut Anda, lebih efektif mana dalam penyampaian pesan? Pesan panjang atau pesan pendek?
5. Menurut Anda seberapa besar kemungkinan pesan yang pendek disalahpahami oleh orang lain?
6. Apa komentar Anda tentang proses permainan tadi jika dikaitkan dengan ayat ini: “Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia” (Efesus 4:29)?

Read more

Permainan Asyik

Permainan Asyik: Susun Kalimat
Alat : –
Partisipan : Berkelompok
Waktu : 15 menit
Tujuan : Mengajarkan pentingnya menyimak perkataan

Partisipan dibagi ke dalam kelompok. Buatlah satu kalimat yang jumlah katanya sama dengan jumlah anggota setiap kelompok. Bisikkan satu kata pada setiap anggota kelompok secara acak.
Tugas setiap kelompok adalah menyusun kata-kata yang dibisikkan setiap anggota kelompok menjadi sebuah kalimat. Dalam menyusun kalimat, partisipan tidak boleh menggunakan alat tulis. Mereka hanya boleh mengandalkan daya ingat. Kelompok yang paling cepat menyusun kalimat dengan benar, menjadi pemenangnya.

Pertanyaan Refleksi:
1. Bagaimana cara kelompok Anda merangkai kata sehingga menjadi kalimat yang benar?
2. Sulitkah mendengarkan dan mengingat-ingat perkataan dari pemimpin permainan?
3. Menurut Anda, apakah ada orang-orang yang tertentu memiliki kelebihan/kekurangan dalam mendengarkan dan mengingat?
4. Apa kiat-kiat supaya dapat meningkatkan ingatan kita tentang hal-hal yang baru saja kita dengarkan?
5. Mengapa kitab Wahyu berkali-kali menuliskan kalimat berikut ini: “Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat” (Wahyu 3:22)?

Read more

Permainan Asyik

Permainan Asyik: Tebak Amsal
Alat : Amsal
Partisipan : Berkelompok
Waktu : 5 menit
Tujuan : Mengajarkan pentingnya menyimak perkataan

Buatlah dua kelompok. Kelompok pertama berperan sebagai pemberi tebakan dan kelompok kedua sebagai penebak.
Cara bermain: Kelompok pertama mencari satu ayat dalam Amsal. Misalnya: “Mulut orang benar adalah sumber kehidupan, tetapi mulut orang fasik menyembunyikan kelaliman.” (Amsal 10:11). Setiap kata dibagikan kepada satu anggota kelompok. Jika jumlah anggota kelompok lebih sedikit dari jumlah kata dalam ayat tersebut, maka satu partisipan boleh mendapat dua kata.
Selanjutnya kedua kelompok berbaris berhadap-hadapan. Secara bergiliran, semua anggota kelompok pertama mengucapkan kata yang menjadi bagiannya. Urutan kata-katanya harus acak.
Contoh:
Agus mengucapkan “benar”
Yeni mengucapkan “menyembunyikan”
Bambang mengucapkan “adalah”
Teguh mengucapkan “mulut”
Kristin mengucapkan “kehidupan”
Jono mengucapkan “orang”
Eman mengucapkan “mulut”
Tigor mengucapkan “fasik”
Vera mengucapkan “kelaliman”
Esti mengucapkan “orang “
Wahyu mengucapkan “sumber”
Timmy mengucapkan “tetapi”

Tugas kelompok kedua adalah mendengar kata-kata tadi, kemudian mengurutkannya kembali dengan benar. Setelah itu mereka bertukar peran.

Pertanyaan Refleksi:
1. Bagaimana cara kelompok Anda merangkai kata sehingga menjadi kalimat yang benar?
2. Sulitkah mendengarkan perkataan orang lain?
3. Faktor-faktor apa saja yang dapat mengganggu Anda dalam mendengarkan orang lain dengan benar?
4. Apa perbedaan antara “mendengar” dan “mendengarkan”?
5. Mengapa kitab Wahyu berkali-kali menuliskan kalimat berikut ini: “Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat” (Wahyu 3:22)?

Read more

Permainan Asyik

Permainan Asyik: Iklan Kehilangan
Alat : Kertas seukuran kartu nama, pensil, fotokopi iklan.
Partisipan : Perseorangan
Waktu : 20 menit
Tujuan : Mengajak partisipan bersikap kritis dalam menanggapi informasi

Permainan berikut ini merupakan modifikasi dari permainan “Apa yang Kamu Lakukan”.
Caranya, bagikan 7 lembar kertas seukuran kartu nama dan sebatang pensil. Setiap partisipan kemudian memberi nomor setiap kartu dengan nomor 1 sampai dengan 7.
Ajaklah partisipan untuk membuat iklan kehilangan barang. Caranya pada masing-masing kartu menuliskan informasi sesuai dengan urutan berikut:
Kartu 1: Nama benda yang hilang
Kartu 2: Nama pemilik benda
Kartu 3: Bagaimana bisa hilang
Kartu 4 : Waktu kehilangan [Hari, tanggal, jam]
Kartu 5 : Tempat kehilangan
Kartu 6 : Ciri-ciri benda
Kartu 7 : Hadiah bagi penemu
Kumpulkan semua kartu 1 dari partisipan, kemudian bagikanlah kembali secara acak. Lakukan hal yang sama pada kartu 2 sampai dengan kartu 7. Dengan demikian partisipan menerima kartu dari berbagai partisipan, tapi masing-masing bernomor 1 sampai dengan 7.
Bagikan fotokopi naskah iklan berikut ini kepada semua partisipan. Tugas mereka adalah membaca iklan tersebut. Ketika sampai pada bagian yang kosong, mereka membaca informasi pada kartu yang sesuai dengan petunjuknya.

Kehilangan Barang
Telah hilang sebuah benda berupa……… [kartu 1] yang dimiliki oleh ……….[kartu 2]. Benda tersebut hilang karena ……..[kartu 3] pada hari ……, tanggal ……pukul ……[kartu 4] di sekitar …….[kartu 5]. Barangsiapa yang menemukan benda dengan ciri-ciri………..[kartu 6], dimohon dengan sangat supaya mengembalikan kepada ………..[kartu 1] karena telah disediakan hadiah berupa ……..[kartu 7]. Atas perhatian yang diberikan, diucapkan terima kasih.

Karena partisipan telah menerima kartu yang telah diacak, maka kombinasi di antara berbagai kartu tersebut dapat menimbulkan iklan yang lucu bin konyol. Berikut ini contohnya:
Kehilangan Barang
Telah hilang sebuah benda berupa cincin emas yang dimiliki oleh Joko Kinasih. Benda tersebut hilang karena terjatuh dari sepeda motor pada hari Senin, tanggal 5 September pukul 13.45, di sekitar ruang dapur. Barangsiapa yang menemukan benda dengan ciri-ciri warna hitam belang putih, suka menggonggong, buntut pendek, dan telinga panjang, dimohon dengan sangat supaya mengembalikan kepada Joko Kinasih karena telah disediakan hadiah berupa sebungkus permen. Atas perhatian yang diberikan, diucapkan terima kasih.

Pertanyaan Refleksi:
1. Apa pendapat Anda tentang suasana yang terbentuk selama proses permainan tadi?
2. Menurut Anda, iklan milik siapa yang paling konyol?
3. Menurut Anda, iklan milik siapa yang paling masuk akal?
4. Dalam kehidupan nyata, apakah Anda pernah mendapatkan informasi yang tidak masuk akal?
5. Apa yang Anda lakukan jika mendapatkan informasi yang kebenarannya masih diragukan?
6. Paulus memberi saran demikian: “Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik” (1 Tesalonika 5:21). Bagaimana menerapkan saran Paulus ini dalam kehidupan sehari-hari?

Read more

Permainan Asyik

Permainan Asyik: Kata Berantai
Alat : Ensiklopedia
Partisipan : Berkelompok
Waktu : 10 menit
Tujuan : Melatih kerjasama dan kepaduan di dalam kelompok

Bagilah partisipan menjadi dua kelompok. Kelompok pertama menyebutkan satu nama kota. Misalnya, “Jakarta”. Maka kelompok kedua mencari nama kota yang huruf pertamanya sama dengan huruf terakhir yang disebutkan kelompok lain (“A”). Misalnya kelompok kedua menyebutkan kata “Ambon”. Selanjutnya kelompok pertama mencari kota yang berawal huruf “N”. Misalnya, “Nagrek” dll. Kelompok yang gagal menemukan nama kota dinyatakan kalah.
Variasi: Selain nama kota, bisa juga menggunakan nama sungai, danau, gunung, buah, sayur, binatang dll.
Jika Anda ragu-ragu pada kata yang dipilih oleh kelompok, Anda dapat memeriksanya dalam Ensiklopedia.

Pertanyaan Refleksi:
1. Bagaimana perasaan Anda setelah mengikuti proses permainan tadi?
2. Apakah Anda mengalami tekanan dalam mencari kata yang tepat?
3. Bagaimana kelompok Anda menentukan kata berikutnya? Apakah ada anggota kelompok yang aktif memberikan usulan?
4. Apa komentar Anda tentang proses permainan tadi jika dikaitkan dengan ayat ini: “Sebab tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar” (Kisah 4:20)?

Read more

Permainan Asyik

Permainan Asyik: Sedang Apa?

Alat : Kamus
Partisipan : Berkelompok
Waktu : 10 menit
Tujuan : Merangsang kreativitas kelompok

Permainan ini sering dimainkan dalam acara kepramukaan ketika saya masih kecil. Partisipan dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama mulai permainan dengan menyanyi: “Sedang apa, sedang apa, sedang apa sekarang? Sekarang sedang apa, sedang apa sekarang?”
Kelompok kedua menjawab dengan menyebutkan salah satu aktivitas. Contohnya, “Sedang makan, sedang makan, sedang makan sekarang. Sekarang makan apa, makan apa sekarang?”
Kelompok pertama menjawab, “Makan apel, makan apel, makan apel sekarang. Sekarang apel apa, apel apa sekarang?”
Kelompok kedua menjawab “Apel manis, apel manis sekarang. Sekarang manis apa, manis apa sekarang?”
Demikian seterusnya. Setiap kelompok harus mencari kata lain yang berkaitan dengan kata yang dilemparkan oleh kelompok lain. Kelompok yang gagal mendapatkan kata yang berkaitan dinyatakan kalah dalam permainan ini.
Jika Anda ragu-ragu pada makna kata yang dipilih oleh kelompok, Anda dapat memeriksanya dalam kamus.

Pertanyaan Refleksi:
1. Bagaimana perasaan Anda setelah mengikuti proses permainan tadi?
2. Apakah Anda mengalami tekanan dalam mencari kata yang tepat?
3. Bagaimana kelompok Anda menentukan kata berikutnya? Apakah ada anggota kelompok yang aktif memberikan usulan?
4. Apa komentar Anda tentang proses permainan tadi jika dikaitkan dengan ayat ini: “Secara berbalas-balasan mereka menyanyikan bagi TUHAN nyanyian pujian dan syukur: “Sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya kepada Israel!” Dan seluruh umat bersorak-sorai dengan nyaring sambil memuji-muji TUHAN, oleh karena dasar rumah TUHAN telah diletakkan” (Ezra 3:11)?

Read more

Permainan Asyik

Permainan Asyik: Apa Aku?
Alat : Kertas berukuran kartu pos sebanyak partisipan, isolasi ganda, stopwatch.
Partisipan : Perseorangan
Waktu : 5 menit
Tujuan : Mengenalkan proses dari pengumpulan informasi sampai dengan pengambilan kesimpulan

Tuliskanlah nama-nama benda pada setiap lembar kertas. Pasangkan setiap kertas di punggung partisipan. Partisipan tidak boleh membaca nama yang tertera di punggungnya.
Setelah aba-aba untuk mulai, partisipan berpasang-pasangan. Setiap partisipan bertanya pada pasangannya untuk mengumpulkan informasi yang akan dipakai untuk menebak nama di punggungnya. Dalam menjawab pertanyaan, setiap partisipan dilarang menyebut nama benda yang ada di punggung pasangannya. Mereka hanya boleh menjawab, “Ya”, “Tidak” atau “Tidak Tahu.”
Contohnya:
Penanya: “Apakah benda itu digunakan dalam kehidupan sehari-hari?”
Penjawab: “Ya”
Penanya: “Apakah terbuat dari plastik?”
Penjawab: “Tidak”
Penanya: “Apakah berbahaya bagi manusia?”
Penjawab: “Tidak tahu.”
Setelah 30 detik, pemimpin permainan berteriak, “Ganti pasangan!”, maka setiap partisipan harus mencari partisipan lain sebagai pasangannya. Mereka bertanya-jawab lagi.
Setelah 5 menit, kumpulkan semua partisipan. Satu-persatu partisipan menyebutkan tebakan mereka. Pemimpin permainan lalu mencocokkan antara tebakan dengan nama yang tertera di punggung mereka.
Catatan: Jumlah partisipan harus genap. Jika ganjil, mintalah salah satu partisipan menjadi asisten yang menghitung waktu.

Pertanyaan Refleksi:
1. Apa perasaan Anda berkaitan dengan permainan tadi? Apakah Anda merasa penasaran menebak nama benda tersebut?
2. Ketika semakin banyak mendapat informasi dari pasangan Anda, apakah Anda merasa semakin dapat menebak benda tersebut atau malah semakin bingung?
3. Apakah Anda sepenuhnya percaya pada informasi yang diberikan oleh partisipan lain?
4. Informasi seperti apa yang Anda butuhkan untuk menebak benda tadi?
5. Seberapa banyak partisipan yang dapat menebak dengan tepat?
6. [Bagi penebak dengan tepat] Apa strategi Anda dalam mengumpulkan informasi dan menebak benda?
7. Apa pendapat Anda tentang permainan tadi jika dikaitkan dengan ayat berikut: “Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat” (Matius 5:37)?

Read more

Permainan Asyik Interogasi Alat

Permainan Asyik Interogasi
Alat : –
Partisipan : Perseorangan
Waktu : 15 menit
Tujuan : Melatih partisipan untuk mengendalikan lidah.

Aturlah partisipan membentuk dua baris berhadap-hadapan. Satu partisipan menjadi interogator. Dia mulai menanyai partisipan mulai dari ujung barisan (Pertanyaannya boleh apa saja). Partisipan yang ditanyai tersebut tidak boleh menjawab. Yang harus menjawab pertanyaan itu adalah partisipan lain yang ada di seberangnya (ada di barisan di depannya).
Namun partisipan itu harus berhati-hati dalam menjawab. Dia tidak boleh menjawab menggunakan kata “Ya”, “Tidak”, “Hitam” atau “Putih.” Partisipan harus menjawab pertanyaan dalam hitungan kelima.

Pertanyaan Refleksi:
1. Bagaimana perasaan Anda ketika pasangan Anda sedang diinterogasi tapi Anda yang harus menjawab?
2. Apakah ada partisipan yang menggunakan kata terlarang (“Ya”, “Tidak”, “Hitam” atau “Putih”). Mengapa bisa sampai terjadi?
3. Apakah ada pertanyaan dari interogator yang membuat Anda tidak bisa berkelit dan harus menjawab menggunakan kata terlarang?
4. Jika Anda bertatap muka langsung dengan sang interogator, apakah Anda akan lebih mudah atau lebih sulit menjawab pertanyaan?
5. Apa komentar Anda tentang proses permainan tadi jika dikaitkan dengan ayat ini: “Jagalah lidahmu terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu” (Mazmur 34:13)?

Read more

Aku Punya Keranjang Alat

Aku Punya Keranjang
Alat : Keranjang plastik
Partisipan : Perseorangan
Waktu : 20 menit
Tujuan : Melatih daya ingat dan kreativitas.

Partisipan berdiri membentuk lingkaran. Berikan keranjang plastik kepada salah satu partisipan. Partisipan ini berkata kepada partisipan kedua yang ada di sebelah kanannya.
Partisipan I : “Aku punya keranjang.”
Partisipan II : “Apa saja isinya.”
Partisipan I : (menyebut nama benda yang dimulai huruf “A”) “Apel.”
Partisipan I kemudian menyerahkan keranjang pada Partisipan II. Partisipan II berpaling kepada Partisipan III (di sebelah kanannya).
Partisipan II : “Aku punya keranjang.”
Partisipan III : “Apa saja isinya.”
Partisipan II : “Apel” dan “Bawang” (atau menyebut nama benda lain yang dimulai huruf “B”).
Partisipan II kemudian menyerahkan keranjang pada Partisipan III. Partisipan III berpaling kepada Partisipan IV (di sebelah kanannya).
Partisipan III : “Aku punya keranjang.”
Partisipan IV : “Apa saja isinya.”
Partisipan III : “Apel”, “Bawang”, dan “Cerutu” (atau menyebut nama benda lain yang dimulai huruf “C”).
Demikian seterusnya. Setiap partisipan menambah satu jenis benda yang huruf pertamanya sesuai dengan urutan alfabet.
Partisipan yang gagal mengingat nama-nama benda dalam keranjang atau tidak dapat menambahkan nama benda baru sesuai dengan urutan alfabet, maka dia harus keluar dari lingkaran. Keranjang diserahkan kepada partisipan berikutnya. Untuk huruf-huruf tertentu seperti F, Q, V, X dan Z, yang kosa katanya terbatas, dapat dilompati.

Pertanyaan Refleksi:
1. Bagaimana perasaan Anda ketika mendapat urutan pertama?
2. Bagaimana perasaan Anda ketika mendapat urutan tengah?
3. Bagaimana perasaan Anda ketika mendapat urutan yang terakhir?
4. Apakah Anda menemui kesulitan dalam menambahkan kata benda yang baru? Mengapa?
5. Apakah ada partisipan yang menambahkan kata benda yang unik?
6. Apakah Anda menemui kesulitan dalam mengingat-ingat nama-nama benda yang sudah disebutkan partisipan sebelum Anda?
7. Apa komentar Anda tentang proses permainan tadi jika dikaitkan dengan ayat ini: “Ingatlah perbuatan-perbuatan ajaib yang dilakukan-Nya, mujizat-mujizat-Nya dan penghukuman-penghukuman yang diucapkan-Nya” (1 Tawarikh 16:12)?

Read more