Permainan Asyik

Permainan Asyik: Memberi Senyum
Alat : –
Partisipan : Perseorangan
Waktu : 5 menit
Tujuan : Mengajak partisipan untuk berlatih konsentrasi dan kewaspadaan.

Semua partisipan membentuk barisan. Mulai dari salah satu ujung barisan, partisipan berhitung sampai ke ujung barisan yang lain. Semua partisipan harus mengingat nomor urutan masing-masing.
Pemimpin permainan memulai permainan dengan berkata, “Aku ingin memberikan senyum kepada nomor 5 (atau nomor lain yang dikehendaki).” Partisipan nomor 5 menjawab, “Aku menerima senyum dan meneruskan kepada nomor 9.” Peraturan dalam permainan ini:
1. Setiap partisipan harus segera menanggapi jika nomornya dipanggil.
2. Partisipan tidak boleh menyebutkan nomor urut partisipan yang sebelumnya telah memanggilnya.
Jika ada partisipan yang gagal menanggapi dengan benar, maka dia harus keluar dari barisan. Agar permainan ini lebih menarik, maka semua nomor urut partisipan yang ada di belakang partisipan yang gagal ini ditambah satu. Sebagai contoh, jika partisipan nomor 7 gagal, maka partisipan bernomor urut 8 menjadi 9, partisipan bernomor urut 9 menjadi 10 dan seterusnya. Ini artinya, ada dua nomor yang hilang yaitu 7 dan 8.
Semua partisipan harus mengingat urutan yang baru ini. Jika ada partisipan yang menyebutkan nomor yang hilang atau lupa urutannya sendiri, maka dia keluar dari permainan ini.

Pertanyaan Refleksi:
1. Bagaimana perasaan Anda berkaitan dengan permainan tadi? Apakah Anda dapat berkonsentrasi sepanjang permainan?
2. Apakah Anda menemui kesulitan ketika harus mengingat nomor urut partisipan lain?
3. Bagaimana caranya supaya tetap waspada dalam menunggu “lemparan senyuman” dari partisipan lain?
4. Dalam kehidupan sehari-hari, godaan apa yang dapat mengganggu konsentrasi dan kehidupan kita?
5. Menurut Anda, apa kaitan antara permainan tadi dengan ayat berikut: “Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar” (1 Tesalonika 5:6)?