Permainan Asyik

Permainan Asyik: Tugas Mudah
Alat : Penghapus papan tulis
Partisipan : Berkelompok, 5-9 orang
Waktu : 15 menit
Tujuan : Memberi penekanan tentang pentingnya menyimak informasi dengan cermat.

Semua partisipan duduk melingkar. Pemimpin permainan ikut duduk di dalam lingkaran. Dia mulai permainan ini dengan berkata, ”Ehem (berdehem), kerjakanlah tugas yang mudah ini.” Dia kemudian mengambil penghapus, memukulkannya di lantai sebanyak tiga kali, kemudian menyerahkan partisipan di sampingnya. Partisipan itu harus mengulangi apa yang dilakukan oleh pemimpin permainan.
Partisipan itu biasanya mengira bahwa dia harus berkata, “kerjakanlah tugas yang mudah ini” kemudian mengetukkan penghapus sebanyak tiga kali dan menyerahkan pada partisipan di sebelahnya. Anggapan ini salah. Mestinya dia berdehem sekali (“ehem”) sebelum berkata, ”kerjakanlah…dst.”
Ketika semua sudah mendapat giliran, tetapi masih ada kesalahan, maka pemimpin permainan berkata, ”Kita ulangi sekali lagi karena kalian belum mengerjakan tugas mudah ini dengan benar.” Berikan kesempatan pada partisipan untuk mendiskusikan apa saja yang masih belum benar. Jika partisipan belum menyadari kesalahan itu, biarkan saja. Tetaplah melakukan permainan ini sampai partisipan dapat menirukan Anda dengan benar.
Variasi: Pemimpin berkata, “Tirukan kata-kata saya dengan benar: “Aku menyanyi, tanpa henti.” Biasanya partisipan akan menirukan: “Aku menyanyi, tanpa henti.” Itu masih salah. Dia harus mengulang lagi. Sebenarnya yang Anda maksudkan adalah menirukan kalimat : “Aku menyanyi” tanpa mengucapkan kata “henti”. Jadi yang benar hanya berkata “aku menyanyi”.

Pertanyaan Refleksi:
1. Bagaimana perasaan Anda ketika berkali-kali dianggap belum mengerjakan tugas dengan benar?
2. Mengapa Anda tidak dapat mengerjakan tugas itu dengan tepat?
3. Apa komentar Anda tentang proses permainan tadi jika dikaitkan dengan ayat ini: “Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah” (Yakobus 1:19)?