Permainan Asyik

Permainan Asyik: Tanya tak Terjawab
Alat : –
Partisipan : Perseorangan
Waktu : 15 menit
Tujuan : Mengajak partisipan untuk melatih ingatan dan kreativitas.

Ajaklah partisipan membentuk lingkaran partisipan pertama membisikkan satu pertanyaan kepada orang yang ada di sampingnya(partisipan kedua). Misalnya: ” Apa makanan kesukaanmu?” Partisipan kedua menjawab dengan berbisik pula: “Tempe mendoan.”
Partisipan pertama harus mengingat jawaban dari partisipan kedua. Sedangkan partisipan kedua mengingat pertanyaan dari partisipan pertama.
Selanjutnya, partisipan kedua bertanya kepada ketiga (pertanyaannya harus berbeda). Misalnya: “Di mana kamu lahir?”. Partisipan ketiga menjawab: “di Gunungkidul”
Partisipan kedua mengingat-ingat jawaban dari partisipan ketiga. Sementara itu partisipan ketiga mengingat pertanyaan yang diajukan oleh partisipan kedua. Demikian seterusnya, sehingga semua partisipan mendapat giliran. Akhirnya, partisipan terakhir mengajukan pertanyaan pada partisipan pertama. Misalnya, “Apa warna favoritmu?”. Partisipan pertama menjawab, “merah”. Partisipan pertama mengingat-ingat pertanyaan dari partisipan terakhir. Partisipan terakhir mengingat-ingat jawaban partisipan pertama.
Bagian selanjutnya, setiap partisipan mengucapkan pertanyaan dan jawaban yang harus diingat-ingatnya. Contohnya, partisipan pertama berkata: “Saya ditanyai ‘Apa warna favoritmu?’ dan jawaban saya adalah ‘tempe mendoan'”.
Partisipan kedua berkata: “Saya ditanyai ‘makanan apa kesukaanmu?’ dan jawaban saya adalah ‘di Gunungkidul’”.
Catatan: Permainan ini akan menjadi asyik jika partisipan tidak mengulang pertanyaan yang telah diajukan partisipan sebelumnya.

Pertanyaan Refleksi:
1. Bagaimana perasaan Anda ketika mengucapkan jawaban yang tidak sesuai dengan pertanyaan?
2. Apakah ada yang kesulitan mengingat pertanyaan dan jawaban?
3. Andaikata ada kesesuaian antara pertanyaan dan jawaban, apakah Anda akan lebih mudah mengingat?
4. Apa komentar Anda tentang proses permainan tadi jika dikaitkan dengan ayat ini: “Jika Engkau, ya TUHAN, mengingat-ingat kesalahan-kesalahan, Tuhan, siapakah yang dapat tahan?” (Mazmur 130:3)